Kamis, 14 Maret 2013

Kebakaran Kantor Musibah atau Anugerah?

Sesuai judul entri kali ini, telah terjadi insiden memilukan pagi ini di kantorku, yup, kebakaran! Pada awalnya, saat pertama kali menginjakkan kaki di kantor pagi ini semuaya tampak biasa, kecuali ada segelintir orang yang menunjukkan keramaian tidak biasa di depan lobi kantor. Namun otakku yang masih waras ini tentu tidak akan berpikir sejauh itu bahwa apa yang sesungguhnya terjadi adalah insiden kebakaran.
Kondisi di depan lobi kantor, menampilkan beberapa mobil pemadam kebakaran
Sehabis memarkir motor di basement 2, aku segera naik ke atas untuk absen fingerprint. Di dalam lobi kantor ternyata dipenuhi para pegawai yang tampak gelisah. Sontak firasatku menjadi tidak enak. Aku segera mencari kenalan, lalu bertanya ke ybs mengenai apa yang terjadi. Beliau pun menjelaskan bahwa telah terjadi kebakaran di lantai 27 dan 28 yang mengakibatkan power generator gedung utama (gedung tempatku bekerja) rusak dan tak dapat berfungsi sama sekali. Alhasil, listrik padam, lift tak dapat diakses, dan ruangan lobi itu dipenuhi bau asap yang menusuk sampai ke paru-paru. Tak lama kemudian, seluruh pegawai diminta oleh petugas keamanan untuk keluar meninggalkan lobi demi keselamatan masing-masing. Kami pun bergegas keluar menunggu tanpa ada kepastian. Seperti perkiraan, mobil pemadam kebakaran pun tiba dan parkir di depan kantor kami.

Sampai pukul sebelas ngalor-ngidul di 'teras' kantor sambil menunggu kepastian, kami bertiga, aku, dian, dan mbak yayuk pun memutuskan untuk beranjak ke tempat makan untuk makan siang tentunya sekalian menunggu listriknya nyala. Tempat makan yang kami tuju adalah sebuah warung dengan masakan khas manado yang tentu tidak akan saya bahas mendalam di entri ini. Lanjut, jadi kita makan di sana sampai pukul 13.00 kemudian tersiar kabar bahwa berdasarkan hasil rapat seluruh kasubdit Tata Usaha dan bidang kepegawaian kantor, diputuskan bahwa hari ini gedung tidak dapat dipergunakan dan diharapkan kepada pegawai untuk stay di kawasan kantor menunggu absen sore. Yup, kewajiban absen sore tetap ada, jadi kantor tidak 'libur' seutuhnya. Menyikapi hal ini sebagian pegawai memutuskan untuk menghabiskan waktu dengan plasiran ke mall-mall atau tempat hiburan sekitar kantor. Lucu, mengingat ini adalah jam kerja yang tidak sepantasnya dipergunakan dengna demikian. Nah, sebagian lagi memutuskan untuk pulang menunggu jam absen sore tiba. Yang masih menunggu di kantor saat ini hanya sebagian kecil, sangat kecil, pegawai yang harus saya akui punya integritas dan loyalitas yang luar biasa. *angkat topi*
Beberapa pegawai teladan yang masih setia menunggu

Saya sendiri? Saya tidak dapat menahan godaan untuk menghabiskan waktu itu di kost dengan anggapan bahwa menunggu di kantor tanpa ada kegiatan berarti juga sama saja bohong dan jauh lebih tidak efisien.
Sekian kronologis insiden kebakaran tersebut. Saatnya kembali ke topik permasalahan kita, apakah insiden tersebut sebuah musibah atau sebuah anugerah? Atau mungkin sebuah musibah yang membawa anugerah?
Dari tempat aku memandangnya, insiden kebakaran yang terjadi secara tiba-tiba ini adalah suatu musibah yang dahsyat efeknya. Bayangkan saja, seharian kami dibiarkan idle tanpa melakukan kegiatan produktif apapun. Apapun! Masalahnya adalah pekerjaan hari ini itu hanya akan menambah kerjaan di hari-hari berikutnya. Idle hari ini sama saja dengan lembur hari esoknya. Siapa yang menginginkan hal demikian? Bukannya segala sesuatu telah diatur sedemikian rupa sesuai porsinya masing-masing? Porsi double kerjaan dalam satu hari sama saja dengan bunuh diri secara perlahan, methaporically.
Well, aku yakin tidak hanya aku yang merasakan hal demikian. Pasti banyak pegawai lain yang merasakan ketidaknyamanan ini. Tapi ya namanya juga musibah ya. Kebanyakan tidak dapat kita antisipasi sebelumnya sehingga untuk menghadapinya kita perlu banyak-banyak bersabar dan mencari hikmah yang terselip dari musibah tersebut.
Nah, yang selanjutnya menjadi sorotan adalah segelintir pihak yang menganggap insiden ini sebagai anugerah. Mengapa? Sebab insiden ini secara legal memperbolehkan mereka plesiran di luar kantor pada jam kantor. Apakah ini salah? Tentu tidak ada yang dapat mempermasalahkan mereka, sebab kebijaksanaan pihak berwenang sendiri yang 'melegalkan' tindakan mereka. Namun dari sisi hati nurani, jelas mereka salah. Tidak selayaknya kita tertawa bahagia atas sebuah musibah yang terjadi.
Well, semua ini pada akhirnya kembali ke nurani kita masing-masing. Apakah kita melakukan hal yang benar atau hal yang keliru adalah kita sendiri yang menilainya.

Sekian entri kali ini, semoga ada hikmahnya bagi kita semua.
Wassalam.

Sabtu, 02 Maret 2013

Good-bye February, Welcome March!

Tanpa terasa Februari telah berakhir. Begitu banyak kejadian penting yang terjadi bulan ini: jalan bareng teman Aksel di Bandung dan mengunjungi kawah putih Ciwidey, kelulusan D-IV, pindah kost, ganti casing komputer, serta hal-hal lain yang tidak perlu kusebutkan secara rinci di sini, but the thing is, bulan kedua tahun 2013 ini telah menjadi salah satu bulan penuh memori yang akan selalu kukenang di masa-masa mendatang. :)

Satu hal yang sedikit kusesalkan melepas Februari adalah minimnya jumlah buku yang habis kubaca bulan ini. Sedikit mengecewakan sebenarnya mengingat awal tahun 2013 saya bertekad untuk membaca setidaknya 3-4 buku dalam satu bulan kalender. Sementara yang terjadi, bulan ini hanya satu buku yang sempat (disempatkan, actually) dibaca: Antologi Rasa, sebuah novel metropolis buah tangan Ika Natassa. Namun di akhir setiap penurunan harus ada peningkatan, bukan? Then, let's smack up some books this month! ^^

Welcome March. Please be kind to us. :)

Rabu, 27 Februari 2013

Pindah ke lingkungan baru, memulai kenangan baru...

Tepat tanggal 24 Februari 2013 adalah saat dimana gue harus meninggalkan zona nyaman gue di Pancoran Barat, kontrakan mungil tempat gue menghabiskan 2 tahun terakhir. Berat rasanya meninggalkan tempat ini, lingkungan ini, tetangga, kerabat, segalanya! :(
Namun ini harus dilakukan demi satu tujuan mulia: melanjutkan jenjang pendidikan di D4 STAN. Yup, sebagaimana post gue sebelumnya, gue -alhamdulillah- sukses lulus dalam seleksi D4 dan oleh karenanya gue mesti segera mencari tempat gue bermukim selama menimba ilmu di kampus jurangmangu tercinta. :)
Well, So that's it. Akhirnya gue pindahan nih. Prosesnya sendiri ga bisa dibilang mudah. You know lah hoby terkutuk gue mengumpulkan perabot ini-itu. Alhasil, perabot di kamar gue sangat melimpah, dan ini sangat menyulitkan dalam proses pencarian kost/rumah yg memenuhi standar luas, akses kendaraan, dan kenyamanan.
Syukur Alhamdulillah, Allah yang Maha Pengasih menunjukkan jalan ke tempat kost yg nyaman, memenuhi kriteria, dan bisa dibilang cukup affordable. Dan begitulah, hari itu juga kost itu gue lunasin untuk setahun full! Kost gue ini berlokasi di jalan Ikan Terbang, dekat masjid An-Nur. Kamarnya luas dan memperoleh fasilitas AC. Tarif setahun 7 juta rupiah. Gimana? Perfect kan? Hmm.. At first I think so, tapi semakkn gue berpikir banyak juga downside ngekost di sini, such as biaya listrik mahal, laundry masih perlu bayar 100rebu per bulannya, dan juga untuk internet unlimited yang masih perlu bayar sekitar 100rebuan.
Hmm.. Kita jalani aja dulu deh. Hopefully ga ada kendala berarti ke depannya. Amiin
So this is it, segala keluhkesah gue terhadap pindah dan kostan baru. Segala kenangan di perkuliahan kelak akan dimulai dari sini. Semoga semuanya akan indah :')

Selasa, 19 Februari 2013

Lulus D4, Bukti Bahwa Usaha dan Doa Tidak Pernah Berkata Lain :')

Tepat tanggal 14 Februari 2013, siang, sekitar pukul 13.00 WITA, tiba-tiba saya memperoleh pesan BBM dari seorang kawan lama yang memberitakan bahwa saya lulus program D-IV STAN. Mengetahui hal tersebut, sontak saya kaget. Saya pun bergegas membuka Twitter, memeriksa timeline, mencari informasi penting yang bisa saya dapatkan terkait pengumuman D-IV STAN ini. Tidak butuh lama bagi saya untuk menemukan informasi bahwa benar pengumuman D-IV STAN telah bisa diunduh dari situs resmi STAN, www.stan.ac.id.

Tanpa mengecek lebih lanjut, saya langsung mengabari kabar bahagia ini ke mama dan papa. Mereka tersenyum bahagia dan mengelu-elukan kebanggaannya pada putra sulungnya ini. Beranjak rasional, saya memutuskan untuk melihat pengumuman tersebut dengan mata kepala saya sendiri, unfortunately koneksi internet di rumah kami begitu lambat, sehingga butuh waktu yang sangat lama untuk mengunduhnya. In the mean time, berbagai mention di Twitter dan notifikasi di Facebook bermunculan menegaskan kelulusanku.

Saya pun segera berwudhu, shalat Ashar, lalu melakukan sujud syukur atas karunia Allah SWT yang sangat luar biasa ini. Terima kasih ya Allah atas segala nikmat dan karuniamu. Terima kasih.. Semoga kami dapat terus menjadi insan yang selalu bersyukur.

Pengumuman tersebut akhirnya sukses terunduh, dan saya menemukan nama saya, Fadli M.Nur, di urutan 36 dari total 120 peserta yang lulus program D-IV jurusan Akuntansi. Jurusan lainnya yaitu jurusan nonakuntansi meluluskan 121 peserta, sehingga total calon mahasiswa D-IV tahun ini adalah 241 peserta, meningkat 4 kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Salah satu yang menarik adalah pengumuman ini dikeluarkan saat saya sedang berada di tengah-tengah keluarga, sehingga saya dapat berterima kasih kepada mereka satu per satu, terutama kepada mama dan papa yang tidak pernah luput mendoakan anaknya siang-malam. Malamnya ditutup dengan ritual syukuran yang dipimpin oleh papa sebelum makan malam dan kami sama-sama berdoa agar senantiasa tidak lepas dari bimbingan dan petunjuk Allah SWT.

Lagi-lagi sebuah prestasi ku ukir, namun ini hanya awal. Di depan sana ada begitu banyak yang masih harus didaki. Semua tidak berakhir di sini. Saya bertekad untuk melakukan yang terbaik saat di bangku kuliah nanti, belajar dengan baik, dan meraih prestasi yang membanggakan mama-papa insya Allah. Saya yakin pasti bisa mengulang sejarah. :)

Sabtu, 19 Januari 2013

Mengesankan, Jab Tak Hai Jaan..

Menonton sejak dahulu telah menjadi kegiatan favoritku.Berbagai jenis film telah kutonton. Mulai dari film thriller, misteri, horror, sci-fi, romance, comedi, atau perpaduan di antara mereka. Namun, jenis film yang selalu membuatku terkesan adalah film bertema romance terlepas dari apakah itu romance comedy atau romance drama. Semalam hal yang mengesankan terjadi. Secara tidak sengaja dan tanpa kuharapkan sebelumnya, aku menonton salah satu film yang terbaik yang pernah kutonton, Jak Tak Hai Jaan...


Bagi sebagian orang film ini biasa saja. Bagi sebagian yang lain film ini amat mengharukan. Namun, untukku film ini luar biasa. Entah karena alur ceritanya yang menurutku menarik dan orisinil atau karena ketertarikan khusus pada para pemainnya, terutama Katrina Kaif yang harus kuakui sangat cantik dengan segala lekukan di bibirnya yang indah. Dan sejak menonton Jab Tak Hai Jaan, Katrina Kaif secara resmi menjadi artis yang paling kuidolakan saat ini. I adore her so much. :))

As soon as you see this pict, I deeply believe you will get why I did fall in love with her. ^_^


Cantik bukan? :)
 Menurutkan Alm. Yash Chopra mengerjakan pekerjaan yang sangat cemerlang dalam menggarap film ini. Bersama aktor legendaris Shah Rukh Khan dan aktris cantik Katrina Kaif, ia menciptakan sebuah film sensasional yang sangat luar biasa. Film ini bukan kisah tentang keberanian, bukan juga kisah tentang keajaiban. Film ini hanyalah kisah tentang percintaan sederhana tentang cinta yang tidak pernah mati yang dimiliki oleh seorang pria kepada seorang wanita, tentang cinta yang sangat kuat yang dimiliki seorang wanita untuk seorang pria, tentang keyakinan yang tidak pernah berakhir bahwa cinta mereka akan direstui Tuhan :')


By the way, ini resensi film pertamaku, jadi mohon dimaklumi jika terdapat flaw di sana-sini ya :))
Baiklah, mari kita mulai membahas film ini....
 *SPOILER alert!*

http://www.imdb.com/title/tt2176013/
Film ini adalah film terbaru Shah Rukh Khan yang disutradarai oleh Almarhum Yash Chopra. Sungguh film yang brillian dengan berbagai cinematografy yang menurutku menarik. Namun demikian, kekuatan terbesar dari film ini adalah alur cerita dan konflik yang pada hal tertentu sangat tidak biasa. Aku termasuk orang yang hopeless romantic dan film ini sangat sangat memuaskanku. Jika tak terkendala waktu mungkin aku rela menghabiskan waktu berpuluh-puluh jam, hanya untuk menonton ulang film ini, dari awal hingga akhir.. Dan aku yakin aku tidak akan pernah bosan menyaksikan kisah 'tragedi' percintaan antara Samar Anand dan Meera yang sangat mengharukan.

Inti cerita adalah percintaan antara Samar dan Meera yang dipenuhi konflik dan beberapa di antaranya melibatkan Tuhan. Yup, Tuhan. Konflik dimulai ketika Samar mengalami kecelakaan yang parah pada tahun 2002 di London. Saat itu mereka, Samar dan Meera sedang berada di puncak romansa mereka. Pada saat terjadinya kecelakaan, Meera berpikir bahwa dialah sesungguhnya 'penyebab' terjadinya kecelakaan tersebut. Mengapa demikian? Untuk mengetahuinya kita perlu kembali sedikit ke belakang.

Jadi Meera adalah putri seorang jutawan asal India yang bekerja di London. Ibunya telah lama meninggal. Ia ditunangkan dengan Roberta, salah satu karyawan andalan ayahnya. Sejujurnya Meera tidak begitu menyukai Robert, menyukai sampai kepada menghabiskan hidup dengannya. Namun Meera sangat mencintai ayahnya, sehingga ia memutuskan untuk mematuhi keinginan ayahnya sekali ini saja. Sampai akhirnya ia bertemu dengan Samar.

Samar sendiri bukanlah pria yang lahir di keluarga kaya layaknya Meera. Ia hanya pemuda India miskin yang merantau ke London untuk mengumpulkan receh dengan jualan di pasar, mengamen, membersihkan salju, dan lain sebagainya. Pada suatu ketika, di hari pertamanya di London, saat ia sedang membersihkan salju di halaman gereja ia bertemu dengan bidadari berwujud manusia, Meera. Meera langsung memenuhi hatinya saat itu juga. Ia pun mengikutinya ke gereja dan menyaksikan bagaimana wanita ini berbicara dengan Tuhannya dan membuat sebuah 'perjanjian' yang ia lakukan. Samar pun jatuh cinta dengan wanita ini.

Meera dan Samar
Berbagai peristiwa yang sifatnya kebetulan, mempertemukan mereka. Meski demikian Samir maupun Meera tidak menyadari satu sama lain, sampai suatu ketika Samir diundang menjadi pramusaji di acara pertunangan Meera. Di situ Samar menyaksikan pertunangan Meera dengan Robert yang begitu mengecewakan dirinya. Namun ada yang aneh di pertungan tersebut. Meera tampak tidak menikmati hubungannya dengan Robert. Meera tidak mencintainya! Sejak saat itulah hubungan pertemanan antara Samar dan Meera berlanjut. Meera meminta Samar mengajarkannya menyanyi Hindi, sebagai imbalannya Samar meminta Meera mengajarkannya bahasa Inggris. Mereka pun sering bertemu. Hingga akhirnya timbul benih cinta di antara mereka.

Petualangan Samar di London
Meera merasa ini tidak benar, sebab ia telah berjanji kepada ayahnya untuk menikahi Robert. Ia pun mengajak Samar untuk membuat 'perjanjian' di hadapan Tuhan untuk tidak saling melewati garis pertemanan di antara mereka. Sehingga jika suatu saat mereka melanggarnya, maka Tuhan akan mengambil sesuatu yang berharga dari dirinya (Meera). Garis ini pun pada akhirnya mereka langgar, karena kelemahan mereka sebagai manusia dalam membendung benih-benih cinta yang tumbuh di dalam hati mereka masing-masing. Mereka sadar ini salah, namun mereka tak bisa berbuat apa-apa.

Hingga akhirnya kecelakaan itupun terjadi. Samar tertabrak dan untuk beberapa saat jantungnya berhenti bekerja. Menyaksikan hal ini, Meera menyadari bahwa gara-gara ialah Samar mengalami nasib ini. Bahwa Tuhan telah merenggut Samar dari dirinya, sesuatu yang sangat berharga yang pernah ia miliki sesuai dengan 'perjanjian'-nya kepada Tuhan jika ia melanggar sumpahnya. Akhirnya, Meera berdoa kepada Tuhan agar mengembalikan Samar dan dia akan berjanji tidak akan menemui Samar lagi. Meera memutuskan untuk melepaskan Samar, demi kehidupan Samar.

Mengetahui hal ini, Samar sangat depresi. Kecewa dengan keputusan Meera. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk meninggalkan London dan kembali ke India. Pada malam itu juga, Samar bertekad untuk menantang kematian dengan maksud agar Meera menyadari bahwa sesungguhnya ia salah, bahwa ia juga bisa mati meskipun 'perjanjian' itu tidak dipenuhi. 10 Tahun ia habiskan di London sebagai prajurit penjinak bom yang dikenal sebagai prajurit yang tidak dapat mati. Sudah berpuluh-puluh bom dia jinakkan untuk menantang dirinya sendiri dan tidak ada bom yang dapat mengalahkannya.

Mayor Samar Anand, The Man Who Cannot Die
Pekerjaan sebagai prajurit inilah yang membuatnya bertemu dengan Akira. Akira adalah calon wartawan Discovery Channel yang berkeinginan untuk menjadi wartawan tetap di sana. Dia secara tidak sengaja membaca buku diari Samar, sehingga memutuskan meliput kisah Samar, terutama tragedi percintaannya bersama Meera. Berteman bersama Samar ternyata membuat Akira jatuh cinta dengan sosok tegap itu. Tanpa disadarinya.. Bagi Samar, tentu saja Meera adalah teman dan ia tidak dapat lebih dari itu. Bayangan Meera masih terus bersemayam di hatinya dalam 1 dekade ini. Tidak dapat tergantikan.

Pada suatu ketika, Akira meminta Samar untuk menyusulnya ke London demi mengejar kesempatannya untuk menjadi wartawan permanend di Discovery Channel. Seketaka Samar tiba di London, ia langsung mengalami kecelakaan. Kecelakaan yang serupa dengan apa yang terjadi padanya 10 tahun yang lalu. Tanpa diduga-duga, kecelakaan ini mengakibatkan terjadi masalah dengan otaknya. Ia mengalami geger otak yang menyebabkan ingatannya 10 tahun terakhir bagai hilang ditelan bumi, Mendengar hal ini, Akira sontak kaget. Sedih.

Kecelakaan ini pun membawa Meera kembali ke sisinya. Meera berpura-pura sebagai istrinya, bahwa mereka telah menghabiskan waktu 5 tahun terakhir bersama-sama, dalam sebuah ikatan pernikahan. Sesuatu yang sangat paradoks dengan kenyataannya. Berharap ingatan Samar segera pulih. Pada beberapa kali kesempatan, Samar ingin menyentuh dirinya, namun Meera berkeras diri menahannya. Ia melakukan ini bukan karena apa-apa atau siapa-siapa, tetapi demi keselamatan Samar. Ia tidak ingin Samar kembali mengalami kecelakaan karena dirinya.

Sampai akhirnya ingatan Samar pulih dan semuanya terkuak.

Samar dan Akira
Akankah mereka bersama memenuhi hasrat cinta di antara mereka? Atau akankah jurang maut memisahkan mereka? Bagaimana dengan Akira yang memendam cinta pada Samad?
Menarik untuk disaksikan.. :)

Byt the way, hal yang membuatku sangat terharu adalah ketika Meera menyatakan bahwa dia tidak menikahi Robert, sehingga hanya menghabiskan 10 tahun yang dimilikinya sendirian. Mendoakan kekasihnya Samar. Dia memilih untuk meninggalkan bukan untuk bersama lelaki lain, tetapi murni untuk keselamatan Samar sendiri. Di lain sisi, Samar pun menghabiskan 10 tahun yang dimilikinya terluka. Hidup bagaikan tidak hidup. Tidak ada lagi keceriaan, senyum, tawa, sebagaimana yang ia tebarkan selama hidup di London 10 tahun yang lalu.

Di akhir film ini aku mendapatkan berbagai macam pencerahan yang terus kurenungkan sepanjang malam. Pertama, jadilah seseorang yang hidup hanya untuk membahagiakan orang lain. Hal ini membuatku berpikir sangat lama, merenung sampai berjam-jam, memikirkan sejauh mana aku telah membahagiakan lingkungan sekitarku? Sejauh mana aku membuat orang di sekitarku tersenyum saat aku bersama mereka? Apakah aku telah menghidupi hidup seperti itu? Ataukah aku hanya seonggok daging yang hanya mementingkan diri sendiri dan tak mengacuhkan orang lain? Semakin aku berpikir, aku pun menyadari. I am nothing like that. Really. Sampai sekarang aku hanya memikirkan kebahagiaanku sendiri, hanya memikirkan bagaimana aku mencari makan, dan memikirkan bagaimana aku di masa depan. Tanpa simpati maupun empati. Aku tak pernah sekalipun memikirkan bagaimana orang-orang di sekitarku, lingkunganku. Aku tak pernah peduli. Untuk itu, saya harus berubah. Yup, saya harus bisa menjadi pemuda yang peduli pada orang-orang di sekitarnya. Harus.

Romantisme antara Samar dan Meera
Kedua, bahwa cinta itu memiliki waktunya tersendiri. Kadang kamu merasa inilah waktu cinta di antara kalian untuk bersemi, namun tidak demikian. Yang Maha Pencipta tidak menentukan demikian, sehingga kamu harus sabar menanti. Menanti hingga saat itu tiba dan menggapai kebahagiaanmu bersama seseorang yang kamu cintai. Di film ini Samar Anand sampai menunggu 10 tahun, bayangkan, untuk menuai cintanya bersama Meera. 1 dekade itu tidak sebentar kawan! Tapi berkat keyakinan mereka pada cinta, mereka pun menjalani kehidupannya masing-masing, berusaha melupakan satu sama lain -yang tidak dapat mereka lakukan- hingga pada akhirnya cinta kembali mempertemukan mereka dengan cara yang tidak dapat mereka duga. Yup, begitulah Tuhan bekerja. Rumit dan penuh misteri, namun yakinlah itu yang terbaik buat kita :')

Ketiga, cinta itu butuh pengorbanan dan seringkali pengorbanan yang dibutuhkan itu sangat besar jumlahnya. Namun demikian, begitulah cinta. Tidak ada jalan lain untuk meraih cinta sejati selain berkorban demi orang yang kita cintai. Pernahkah saya melakukan itu? Tentu saja pernah. Pengorbanan yang sampai pada tingkatan 'gila' dan 'bodoh'. :)) But it's worth it kok. So tenang aja, sabar menanti cinta kita bersemi, korbankan apapun, dan kalian akan ditunggu cinta di akhir cerita yang indah. Untuk itu, yang perlu kita lakukan hanya bertahan dan menunggu hingga waktu itu tiba... :)


Demikianlah resensi dari saya. Semoga membawa manfaat bagi kita semua.
Akhir kata, film ini adalah film yang sangat layak untuk ditonton bersama orang-rang yang kita sayangi. Saya ngasih rating 8.5/10 untuk film ini.
So, selamat menonton kawan! ^^

Senin, 31 Desember 2012

Dompet Baru di Tahun yang Baru

Hari ini dompet Crocodile hitam model dompet lipat yang udah kugunakan dalam 5 tahun ini resmi dipensiunkan. Sedih. Gusar. Galau. Itulah perasaan-perasaan yang bercampur aduk di hati ku saat ini. Well, emang dimana-mana perpisahan selalu menyedihkan, bukan? Apalagi pada kasus ini berpisahnya dengan dompet which accompanied me all the time. All the time.
Penyebab diganti?
Pertama, dompet yang lalu sudah rusak di sana-sini. Ini mungkin karena ketidakcakapanku dalam merawatnya. Atau mungkin juga karena emang udah tua kan? :))
Kedua, model dompet lipat apparently menjadi semakin tidak nyaman untuk kugunakan. Bentuknya yang terlalu tebal sangat mengganggu saat diselipkan di saku celana bagian belakang. Itulah mengapa saya berpikir untuk mencari dompet model memanjang.
Jadilah gw mampir ke salah satu departement store dan mencari-cari dompet yang pas dengan selera dan tentunya model memanjang..
Beruntung karena ini adalah malam tahun baru, sehingga dimana-mana ada diskon gede-gedean. Gue pun kecipratan. :D
Pada proses seleksi dompet, pilihanku mengerucut pada dompet merk Arrow hitam dan merk Crocodile cokelat. Keduanya even dalam hal kesan elegan yang terkandung saat melihatnya. Namun, dari harga dan kualitas bahan tampaknya Crocodile masih yang terbaik. Akhirnya tentu sudah dapat ditebak, dompet Crocodile cokelat itu pun masuk ke keranjang belanja :)

Perpisahan dengan yang lama dan pertemuan dengan yang baru. Tak perlu disesali, sebab memang beginilah kehidupan bekerja. Selalu dinamis...

Wassalam...

Minggu, 30 Desember 2012

Foreword...

Ini adalah blog pertamaku yang rencananya akan diisi dengan serangkaian cerita mengenai hal-hal unik yang terjadi di kehidupanku, semacam story-telling yang kuharapkan dapat memberikan faedah kepada rekan-rekan pembaca.
Selain itu, juga akan diisi dengan review mengenai beragam hal yang kuminati such as movies, books, music, and games.
Ke depannya, blog ini akan menjadi sarana buatku dalam menuntaskan segala hasrat dan asaku untuk menulis. Yah.. Menulis..
Membaca adalah hobiku, sehingga kurang lengkap rasanya jika tidak membagi aneka ragam pengetahuan dan informasi yang kuperoleh dari membaca buku ini-itu kepada pembaca sekalian. Bukankah manusia yang enggan berbagi itu sungguh tidak mulia?
Sekian dulu pengantar sekaligus posting pertama dari saya. Semoga diberi keluangan untuk berbagi di lain kesempatan.
Wassalam....
^~^